
BANJARBARU, – Kinerja lingkungan puluhan Dinas/SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih rendah. Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel meraih penilaian terbaik kantor ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil penilaian kinerja perkantoran ramah lingkungan ada 21 SKPD masuk kategori kurang baik dengan nilai 30-50 dan ada sembilan SKPD tidak berpartisipasi dalam penilaian. Sementara tiga SKPD yang mendapat nilai tertinggi dan meraih penghargaan adalah Dinas Kehutanan, Bappeda dan Dinas PUPR.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana di sela-sela acara penyerahan penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan di lingkungan Pemprov Kalsel, Selasa (28/5). “Ada 21 SKPD masuk kategori kurang baik. “Terjadi penurunan, kepedulian terhadap lingkungan kendor, ini harus menjadi perhatian kita bersama agar SKPD dan ASN peduli terhadap perubahan iklim, mulailah aksi dari sekarang dari yang kecil. Menghargai lingkungan berarti menghargai masa depan anak cucu kita,” tuturnya.
Ada enam komponen utama dalam penilaian perkantoran ramah lingkungan yaitu efisiensi energi, pengelolaan sampah, kebersihan dan keindahan kantor, ruang terbuka hijau, kebijakan termasuk di dalamnya aksi nyata mendukung penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Saat ini kita menghadapi masalah perubahan iklim yang memerlukan upaya serius bersama termasuk ASN untuk membantu mengatasinya,” kata Hanifah.
Adi Santoso, Staf Ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi Kalsel yang hadir dalam acara tersebut mengatakan menjaga lingkungan akan memberi manfaat besar bagi kegiatan perkantoran dan aparatur yang bekerja di dalamnya.
“Efisiensi adalah langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Ini kita harapkan juga menjadi insipirasi bagi SKPD lain sehingga menjadi budaya kerja dan untuk generasi akan datang,” ujarnya.
Pemberian penghargaan juga ditandai dengan penyerahan tanaman anggrek kepada semua SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. (L03)