Pengembangan Sawit di Pulau Jawa Perlu Dikaji Ulang

750 x 100 AD PLACEMENT

Pengembangan Sawit di Pulau Jawa Perlu Dikaji Ulang

Peremajaan sawit di kotabaru, kalimantan selatan.(dok L)

JAKARTA-Pemerintah diminta mengkaji ulang rencana pengembangan perkebunan sawit di Pulau Jawa. Peran Pulau Jawa sebagai lumbung pangan nasional harus tetap dipertahankan.

“Pulau Jawa berperan sebagai lumbung pangan nasional yang artinya memiliki kontribusi besar dalam menyediakan kebutuhan pangan nasional. Dengan luasnya lahan serta daya dukung dan tampung lingkungan yang mendekati ambang batas, ditambah kondisi krisis pangan global, menanam sawit di Jawa menimbulkan pertanyaan apakah dapat benar-benar memberikan keuntungan
dibandingkan komoditas selain sawit khususnya komoditas pangan?” tutur
Achmad Surambo, Direktur Eksekutif Sawit Watch , Selasa (21/5).

Di Pulau Jawa, sawit seharusnya tidak menjadi komoditas unggulan. “Maraknya konversi lahan menjadi lahan sawit di Pulau Jawa merupakan hal baru. Penelitian ini mengembangkan komoditas pangan dan kawasan hutan yang diberi izin perhutanan sosial, serta menerapkan agroforestri. Lakukan TORA untuk eks HGU yang sudah tak terpakai,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Hasil kajian Sawit Watch, berdasarkan kerangka kebijakan Nasional, Pulau Jawa tidak dikembangkan untuk industri sawit melainkan fokus pada tebu, kopi, kakao dan kelapa. Pengembangan sawit juga tidak direncanakan di Pulau Jawa.

Sawit di Jawa dan Banten bukan komoditas unggulan namun potensi komoditas yang kerap
memiliki daya tarik yang kuat bagi daerah atas segelintir kisah pengembangan di Sumatera dan
Kalimantan. Faktanya di Pulau Jawa, sawit juga berdampak pada munculnya permasalahan
seperti misalnya konflik lahan, permasalahan lingkungan hingga permasalahan pembayaran yang
tertunda berbulan-bulan.

Sawit dianggap sebagai strategi komoditas nasional. Namun, peran sawit sebagai strategi komoditas daerah khususnya di Pulau Jawa perlu dikaji ulang secara mendalam. Perlunya pemisahan wilayah
untuk pangan dan perkebunan menjadi penting untuk melindungi lahan pangan. Pentingnya membuat kebijakan daerah Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di tingkat daerah untuk menjaga sumber pangan dari ancaman alih fungsi.

Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan
Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, saat menjadi nara sumber diskusi dan peluncuran buku,
Gula-gula Sawit di Pulau Jawa yang diinisiasi oleh Sawit Watch pekan lalu mengatakan Pulau Jawa merupakan sentra pangan nasional. “Rata-rata
produksi komoditas pangan di Pulau Jawa mencapai 60% dari total produksi pangan nasional. Hal
ini menjadikan Pulau Jawa sentra pangan nasional,” ungkapnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Badan Pangan Nasional berusaha mengendalikan
harga dari hulu hingga hilir dengan memastikan kesediaan pasokan pangan. Sementara Sawit belum menjadi komoditas utama yang ingin didorong karena pasokan sawit di Indonesia sudah mencukupi bahkan
dapat diekspor. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :