BANJARMASIN-Target pemerintah untuk menuntaskan masalah sampah di Indonesia pada 2029, dinilai sulit tercapai menyusul progres penanganan sampah di daerah masih jalan di tempat dan menemui banyak kendala. Di Kota Banjarmasin, timbulan sampah tidak terkelola masih tinggi mencapai 78 persen.
“Ada perubahan metode penghitungan dari Kementerian LH dimana sampah yang kita kirim ke TPA juga dimasukkan kategori tidak terkelola. Sehingga angka volume sampah yang terkelola masih rendah baru 21,7 persen dan 78,3 persen tidak terkelola,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yusfa Love, Minggu (22/2).
Namun Alive mengklaim terjadi lonjakan signifikan pengelolaan sampah berupa pemilahan di tingkat rumah tangga, hingga penanganan di TPS3R dan Bank Sampah yang tersebar di lima kecamatan. “Awalnya sampah terkelola ini baru kisaran 11 persen sekarang sudah meningkat,” katanya.
Walikota Banjarmasin, M Yamin, dihadapan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu mengakui sampah masih menjadi tantangan berat untuk penanganannya. Data Dinas LH Kota Banjarmasin mencatat volume sampah yang sudah terkelola dengan baik di wilayah berpenduduk terpadat di Kalsel ini baru 21,7 persen atau 78,3 persen belum terkelola.
“Penanganan sampah menjadi prioritas kami dan di bulan Ramadhan ini kita himbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurangi sampah plastik. Kami juga telah melaunching 1.582 agen 3R ke seluruh wilayah untuk melakukan sosialisasi dan membina warga mengelola sampah rumah tangga,” kata Yamin.
Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat, mengatakan hasil kajian pihaknya progres pengolahan sampah seperti pemilahan mulai sumbernya yaitu rumah tangga baru sedikit. “Masih banyak kendala di lapangan termasuk manajemen pengolahan sampah pemerintah daerah,” ungkap Rahmat.
Rahmat menyoroti masih banyaknya timbulan sampah yang tidak terkelola dan menumpuk di TPS sejumlah lokasi di Kota Banjarmasin. Selain itu masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan termasuk membuang sampah ke sungai. Kota Banjarmasin menjadi penghasil sampah terbesar di Kalsel dengan volume sampah perharinya mencapai 600 ton. (L03)